Contoh Laporan Praktikum Fotosintesis
I.
Tujuan
Adapun tujuan dari
praktikum kali ini adalah:
1. Untuk
mengetahui apa itu fotosintesis
2. Untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis pada tumbuhan
II.
Dasar Teori
2.1 Fotosintesis
Fotosintesis
adalah proses sintesis karbohidrat dari bahan-bahan anorganik (CO2 dan
H2O) pada tumbuhan berpigmen dengan bantuan energy cahaya matahari
(Nio, 2012).
Salah
satu organisme yang dapat melakukan proses fotosintesis adalah tumbuhan.
Tumbuhan menggunakan karbondioksida dan air untuk menghasilkan karbohidrat dan
oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Adapun energy untuk menjalankan
proses ini berasal dari fotosintesis (Hidayati
et al., 2011 ).
Fotosintesis
dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor
genetic meliputi perbedaan antara spesies, pengaruh umur daun, dan pengaruh
laju translokasi fotosintat. Adapun faktor lingkungan meliputi ketersediaan
air, ketersediaan CO2, pengaruh cahaya, serta pengaruh suhu
(Lakitan, 2007).
Rangkaian
fotosintesis pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua bagian utama yakni reaksi
terang (memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya). Adapun
reaksi gelap tidak memerlukan cahaya tetapi tetap memerlukan karbondioksida
(Pertamawati, 2010).
Reaksi
terang terjadi pada grana (granum), sedangkan reaksi gelap terjadi pada stroma.
Dalam reaksi terang, terjadi konversi energy cahaya menjadi energi kimia yang
menghasilkan oksigen (O2). Sedangkan pada reaksi gelap terjadi
reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar C02 dan energi.
Adapun energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi
terang (Bryan te al., 2006).
Tanaman
menggunakan cahaya sebagai sumber energi utamanya. Cahaya akan mempengaruhi
proses metabolisme melalui proses fotosintesis dan respirasi. Tanaman dengan
kondisi kekurangan cahaya dapat berakibat terngganggunya proses metabolisme,
sehingga dapat menyebabkan menurunnya laju fotosintesis dan sintesis
karbohidrat (George, 2006).
Laju
fotosintesis maksimum ketika terdapat banyak cahaya. Semakin banyak
karbondioksida yang terdapat di udara juga, maka semakin banyak jumlah bahan
yang dapat digunakan oleh tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis (Ismi et
al., 2013).
2.2 Hydrilla verticillata
Hydrilla
adalah tumbuhan air yang seluruh bagian tubuhnya tenggelam dibawah permukaan
air. Hydrilla memiliki akar serabut yang berwarna putih atau berwarna merah
kecoklatan jika tumbuh pada sedimen, ataupun berwarna hijau karena memiliki
kandungan klorofil ketika terpapar sinar matahari (Gartner, 2007).
Adapun
ciri-ciri dari Hydrilla verticillata adalah
daun yang memiliki ukuran yang cukup kecil berbentuk lanset yang tersusun
mengelilingi batang. Batang dari Hydrilla bercabang dan tumbuh mendatar sebagai
stolon yang pada tempat tertentu membentuk akar serabut (Phukan et al., 2015).
Klasifikasi
dari tumbuhan Hydrilla verticillata adalah:
Kingdom :
Plantae
Super
Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Hydrocharitales
Famili : Hydrocharitaceae
Genus : Hydrilla
Spesies :
Hydrilla verticillata
(Yuwono,
2007).
III.
Metodologi
3.1 Waktu
dan Tempat
Adapun waktu dan tempat
diadakannya praktikum biologi dasar kali ini adalah di Lapangan parkir Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas
Udayana, pada hari minggu, 18 November 2018 pukul 08.30-11.00 WITA.
3.2 Alat
dan Bahan
3.2.1
Alat
Adapun alat yang digunakan pada
praktikum kali ini adalah:
Tabel
1. Alat dan Kegunaan
|
NO |
ALAT |
JUMLAH |
KEGUNAAN |
|
1 |
Kawat tembaga |
Secukupnya |
Untuk menyangga
corong kaca |
|
2 |
Tabung reaksi |
2 buah |
Untuk mengamati
gelembung pada saat percobaan |
|
3 |
Gelas beaker |
2 buah |
Untuk mewadahi
Hydrilla |
|
4 |
Corong kaca |
2 buah |
Untuk mengarahkan
gelembung ke tabung reaksi |
|
5 |
Stopwatch |
1 buah |
Untuk mengukur waktu |
|
6 |
Lidi |
2 buah |
Untuk melakukan
percobaan |
|
7 |
Korek api |
2 buah |
Untuk melakukan percobaan |
|
8 |
Alat tulis |
2 buah |
Untuk mencatat hasil
percobaan |
3.2.2
Bahan
Adapun
bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah:
Tabel 2. Bahan dan Kegunaan
|
NO |
BAHAN |
JUMLAH |
KEGUNAAN |
|
1 |
Tumbuhan Hydrilla
verticillata |
Secukupnya |
Sebagai bahan
percobaan |
|
2 |
Air Tawar |
Secukupnya |
Sebagai bahan
percobaan |
3.3 Cara
Kerja
3.3.1 Dengan
Cahaya
1.
Alat dan bahan untuk praktikum disiapkan
2.
Hydrilla
dimasukkan kedalam gelas beaker
3.
Kemudian air juga dimasukkan secukupnya
4.
Gelas beaker kemudian ditutupi dengan
corong kaca yang ditahan dengan kawat tembaga
5.
Lalu rakitan tersebut ditempatkan di
tempat yang terkena cahaya matahari langsung
6.
Kemudian jumlah gelembung dicatat pada
table pengamatan
7.
Setelah 30 menit, ujung lidi dinyalakan
dengan korek api
8.
Ujung lidi kemudian dimasukkan kedalam
gelas tabung reaksi atau ke dalam gas hasul fotosintesis
9.
Lalu hasil pengamatan dicatat
3.3.2 Tanpa
Cahaya
1.
Alat dan bahan praktikum disiapkan
2.
Hydrilla
dimasukkan ke dalam gelas beaker
3.
Kemudian air juga dimasukkan secukupnya
4.
Gelas beaker kemudian ditutupi dengan
corong kaca yang ditahan dengan kawat tembaga
5.
Lalu rakitan tersebut ditempatkan di
tempat yang tidak terkna cahaya matahari
6.
Kemudian diamati yang terjadi dan
dicatat jumlah gelembung pada tabel pengamatan
7.
Setelah 30 menit, ujung lidi dinyalakan
dengan korek api
8.
Ujung lidi kemudian di masukkan ke dalam
gas hasil fotosintesis
9.
Kemudian hasil pengamatan dicatat
IV.
Hasil Pengamatan
V.
Pembahasan
5.1 Dengan
cahaya
Dari
percobaan mengenai proses fotosintesis Hydrilla dengan menggunakan cahaya
matahari, dapat diketahui bahwa pada proses fotosintesis menghasilkan oksigen.
Hal itu dapat dibuktikan dengan adanya gelembung-gelembung yang terlihat pada
saat pengamatan dibawah cahaya matahari langsung. Pada percobaan yang dilakukan
selama 30 menit tersebut, jumlah gelembung yang dihasilkan berbeda-beda pada
tiap 5 menitnya. Hal tersebut dikarenakan perbedaan intensitas cahaya matahari
karena terkadang terhalang oleh awan. Hal tersebut sesuai dengan apa yang
dikatakan oleh Lakitan (2007) bahwa proses fotosintesis dipengaruhi oleh faktor
lingkungan seperti cahaya dan juga suhu.
5.2 Tanpa
Cahaya
Pada
percobaan mengenai proses fotosintesis Hydrilla tanpa bantuan cahaya matahari,
dapat diketahui bahwa laju fotosintesis akan meningkat seiring dengan
meningkatnya intensitas cahaya, dan laju fotosintesis akan menurun seiring
dengan menurunnya intensitas cahaya. Hal ini dapat dibuktikan dengan hanya
munculnya satu gelembung pada awal percobaan, dan kemudian tidak ada gelembung
yang muncul sama sekali, yang menandakan bahwa tidak adanya atau sangat
sedikitnya oksigen. Apabila oksigen yang dihasilkan sangatlah kecil seperti
itu, hal tersebut juga berarti bahwa tidak terjadinya proses fotosintesis atau
menurunnya laju fotosintesis seiring dengan menurunnya intensitas cahaya yang
mengenai tumbuhan.
VI.
Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari
praktikum kali ini adalah
1. Dari
praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa proses fotosintesis adalah suatu
proses biokimia pembentukan zat makanan seperti karbohidrat yang dilakukan oleh
organisme seperti tumbuhan yang terutama mengandung zat hijau daun atau
klorofil. Tumbuhan biasanya berfotosintesis dengan menggunakan zat hara, karbon
dioksida, dan air serta dengan bantuan energy cahaya matahari.
2. Dari
praktikum kali ini juga dapat disimpulkan bahwwa ada beberapa faktor yang
mempengaruhi proses fotosintesis. Pada umumnya ada dua faktor yakni faktor dari
dalam dan faktor dari luar atau lingkungan. Faktor dari dalam tersebut dapat
meliputi pengaruh umur daun, pengaruh perbedaan spesies dan juga pengaruh laju translokasi
fotosintat. Adapun faktor dari luar atau lingkungan adalah seperti ketersediaan
air, intensitas cahaya, kadar CO2, dan juga pengaruh suhu yang
berasal dari lingkungan.
DAFTAR
PUSTAKA
Bryant,
D.A and N.U. Erigaarol. 2006. Prokaryotic Photosynthesis and Phototropy
Illuminated. Trends Microbiol
Gartner,
L.P., Hiatt, J.L. 2007. Color Textbook of Histology. Philadelphia: Saunders
Elsevier
George.2006.
biologi Edisi Kedua. Jakarta. PT Erlangga
Hidayati,
N.M. Reza, T. Jobaeti dan M. Mansur.2011. Serapan Karbondioksida (CO2)
Jenis-Jenis Pohon di Taman Buah Mekar Sari Bogor, Kaitannya dengan Potensi
Mitigasi Gas Rumah Kaca. Jakarta: Pusat TFM-BPP Teknologi
Ismi
Alfii, Anni., Endang Saptiningsih, Sri Haryanti. 2013. Pengaruh Naungan
Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Daum (Allium fistolosum L.) di Bandungan, Jawa Tengah.
Lakitan,
B. 2007. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Cetakan Pertama. PT Raja Grafindo
Persada. Jakarta
Nio
Song Ai. 2012. Evolusi Fotosintesis pada
Tumbuhan. Manado: Universitas Sam Ratulangi
Pertamawati.
2010. Pengaruh Fotosintesis Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kentang (Salanun tuberesum L.) dalam Lingkungan
Fotoautotrof Secara Invitro. Jakarta: Pusat TFM-BPP
Phukan,
P.. Phukan, R., dan Phukan S.N. 2015. Heavy Metal Uptake Capacity of Hydrilla
verticillata: A commonly available Aquatic Plant. International Research
Journal of Environtment Sciences
Yuwono,
Hala. 2007. Biology Umum 2. Makasar: UIN Alaudin Press.
Komentar
Posting Komentar